SOPPENG - Nuansa berbeda terasa di acara perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 3 Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Seluruh guru dan tenaga kependidikan kompak mengenakan busana yang terinspirasi dari Wastra Khas Lejja, hasil kolaborasi 3 lembaga lokal: IKALONG, PT. Lamataesso Mattappaa Perseroda kabupaten Soppeng dan Cantika Sabbena.
Wastra Khas Lejja dipilih bukan tanpa alasan. Motifnya yang sarat filosofi "sipakatau, sipakalebbi, sipakainge" - saling menghargai, saling memuliakan, saling mengingatkan - dinilai paling relevan dengan semangat pendidikan karakter di SMPN 3 Marioriwawo.
Guru SMPN 3 Marioriwawo menyampaikan, penggunaan wastra lokal ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus dukungan pada UMKM Soppeng. “Kami ingin anak-anak lulus dengan membawa kebanggaan pada daerahnya sendiri. Lewat wastra Lejja, kami tanamkan bahwa budaya itu keren dan patut dijaga,” ujarnya.
Kolaborasi IKALONG, PT. Lamataesso Mattappaa, dan Cantika Sabbena dalam menciptakan wastra ini mendapat apresiasi. Motif khas Lejja yang dipadukan dengan potongan modern membuat seragam guru tampil elegan namun tetap berakar budaya.
Acara perpisahan pun berlangsung khidmat dan penuh haru. Kehadiran wastra Lejja menambah makna bahwa melepas siswa bukan hanya seremoni, tapi juga pewarisan nilai. Harapannya, angkatan yang lulus tahun ini tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi adab, ilmu, dan budaya Soppeng.
Social Header
UNHAS Lakukan FGD Dengan PT. Lamataesso Mattappaa Perseroda kabupaten Soppeng, Bahas Penguatan Model Bisnis SIHT Soppeng
Cari Blog Ini